Resume by Group 4

Presented by Group 3

Tuesday, February, 28 2017

Berdasarkan Pemimpin Manajer
Kekuasaaan Dipilih berdasarkan kesepakatan anggota dan staff organisasi (wibawa, perilaku) Dipilih komisaris atau direktur (Surat keputusan)
Bawahan Memiliki staff dan bawahan yang menurutinya atas dasar kewibawaan Memiliki staff dan bawahan yang menurutinya atas dasar status dan kekuasaan
Organisasi Mampu memimpin secara formal dan informal Formal

 

Pendekatan Kepemimpinan

  1. Punya motivasi, integritas, dan kewibawaan
  2. Memiliki pengaruh besar terhadap pengikutnya
  3. Sifat dari posisi dari sebuah organisasi / kelompok
  4. Kepemimpinan timbul dari situasi tertentu. Sehingga kepemimpinan harus dapat diaplikasikan ke dalam situasi-situasi tertentu.

Hubungan Pendekatan dengan Bawahan

  • Telling
  • Selling
  • Participating

Empat macam gaya kepemimpinan         :

  1. Kharismatik

Pemimpin yang mampu mengomunikasikan visi dan misinya secara jelas. Sehingga dilihat sebagai orang yang mampu memiliki pengikut besar hanya dengan mengomunikasikan visi misinya. Cirinya adalah mampu membangkitkan semangat pengikutnya. Contohnya Soekarno hanya melalui radio, suaranya mempu membangkitkan semangat pengikutnya.

  1. Transaksional

Secara harafiah, transaksi berarti tukar menukar. Maka kepemimpinan transaksional terjadi proses tukar menukar antara pemimpin dan bawahan. Dalam hal ini pemimpin memberikan imbalan atau reward pada bawahan yang mampu memenuhi kewajiban dan target dengan baik. Kelebihan : kerja individu akan selalu meningkat. Contohnya pada perusahaan google yang memberikan fasilitas memadai bagi karyawan

  1. Transformasional

Pemimpin sangat fokus pada perubahan positif apa yang dapat dilakukan oleh karyawan. sangat memperhatikan tujuan, nilai, moral. Melihat pada sisi edukasi dan pelatihan untuk mengembangkan potensi karyawan.

  1. Service Oriented Leadership

Melayani, memberdayakan, menceritakan mengenai organisasi, visioner, dan mampu berbicara secara adil dalam hal gender dan kelas, serta mewakili kerja tim dan pembangun tim. Secara umum, ia mengedepankan cara untuk bagaimana mampu melayani bawahannya. Contohnya adalah Joko WIdodo yang melakukan blusukan.

 

Linking Leadership and Management : Motivation

Seorang manajer atau pemimpin harus mampu memotivasi karyawannya. Ia harus mampu menarik perhatian karyawan agar mampu berproses untuk mencapai tujuan bersama.

  1. Motivasi Intrinsik, merupakan motivasi dalam diri karyawan yang dapat dipicu dengan kenaikan gaji, kenaikan jabatan, dan lain-lain.
  2. Motivasi Ekstrinsik

3 Teori Motivasi

  1. Masslow : bersumber pada kebutuhan, merujuk pada hierarki kebutuhan masslow. Seorang manajer harus memahami kebutuhan lain selain kebutuhan pokok, bagi karyawannya. Misal hiburan, kenyamanan, aktualisasi diri, dan lain sebagainya.
  2. Teori X dan Y : Teori X merujuk pada setiap manusia memiliki sifat buruk, artinya manusia kalau bekerja motivasi utamanya adalah uang dan ia malas. Implikasinya berdampak pada aturan yang ditetapkan oleh pemimpin, yaitu aturan yang cukup kaku. Teori Y, memberikan pandangan bahwa sebenarnya manusia itu baik, artinya ia bekerja untuk mengembangkan potensi diri, dan lain-lain. Berimplikasi pada aturan yang lebih luwes dan lebih menghargai karyawan.
  3. Motivasi sebagai proses : terdapat harapa, ekuitas, dan keyakinan. Artinya setiap karyawan akan membawa harapan masing-masing ke dalam organisasinya. Kemudian dengan menerapkan hukuman, akan lebih mudah untuk mengatur karyawan. Hal tersebut disebut proses karena harus dilakukan terus menerus untuk memotivasi karyawannya. Salah satunya memberikan reward dan punishment.

– Berdasarkan kebutuhan, lebih fokus pada prioritas kebutuhan karyawannya.

 

MANAGEMENT

Kurang lebih sama, yaitu berkaitan dengan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling)

  1. Teori Klasik dalam management, membahas mengenai pengelolaan individu dalam tim. Sehingga sangat kompleks dan harus memperhatikan struktur birokrasi untuk menjalankan struktur di dalamnya. Dalam teori klasik ada:

– Scientific Management Theory, bekerja seperti sebuah mesin yang akan berulang-ulang dan disederhanakan dengan 4 prinsip : menetapkan aturan yang pasti dalam manajemen berdasarkan riset, memilih dan melatih pegawai, menggabungkan antara ilmu pekerjaan dan pelatihan.

– Henry Fayol: fokus pada hierarki dan struktur organisasi. Ada 14 prinsip manajemen : division of labour (efektivitas terjadi karena memilih divisi yang sesuai), authority (keseimbangan wewenang dan tanggung jawab), disiplin, unity of command (kesatuan komando), unity of direction (kesatuan arah karyawan dan perusahaan), subordination of individual interest (mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan individu), remuneration (kompensasi yang adil/ upah), centralization, order (tata tertib), equity (keadilan seorang manajer), stability of staff (mempertahankan karyawan agar tetap bekerja), initiative (kebebasan karyawan untuk inisiatif dalam bekerja), spirit de corps (semangat yang ditimbulkan manajer untuk menimbulkan semangat kesatuan)

– Human Relation School Theories of Management: fokus pada bagian psikologi yang diterapkan pada proses manajemen. Relasi sangat penting karena manusia cenderung bekerja dalam tim, sehingga antar anggota pun sangat berpengaruh.

– Theories of Authorities and Incentives : pentingnya otoritas manjerial yang disertai hubungan informal, kemudian melakukan pada komunikasi dua arah.

– Z-Theory : secara umum adalah gabungan antara teori X dan Y. Menggeser fokus-fokus setiap perusahaan di negara tertentu yang memiliki kebiasaan berbeda.

– Teori Manajemen Modern : organisasi dengan cepat menyasar pasar, dalam suatu media terdapat

Advertisements